Selasa, 26 Februari 2013

Larangan Cara Sujud Seperti UNTA


Oleh : Ahmad Nasyith

Adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a yang menyebutkan bahwa Rasulullah telah bersabda : ‘Jika salah seorang dari kamu hendak sujud, maka janganlah menyungkur seperti menyungkurnya unta untuk duduk, hendaklah ia meletakkan kedua tangannya terlebih dulu sebelum kedua lututnya’,”(Shahih, HR Bukhari dalam at-Taariikhul Kabiir [I/139], Abu Dawud [840], an-Nasa’i [II/207], Ahmad [II/381], al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah[643], ad-Darimi [I/303], ad-Daraquthni [I/345], ath-Thahawi dalamSyarah Musykilul Aatsaar [182], al-Baihaqi [II/99-100]).

Perkataan Rasulullah berupa larangan menyerupai unta ketika menyungkur untuk duduk, ternyata menjadi perdebatan dikalangan ulama, dalam memahami larangan menyerupai unta tersebut, sehingga sampai ada pendapat yang menyatakan bahwa matan hadits tersebut bertentangan antara kalimat yang awal dengan yang akhir, sebagaimana perkataan Atthahawi, sbb :

Ath-Thahawi berkata dalam Musykilul Aatsaar (II/168-169), “Ada yang berkata, ‘Ini adalah perkataan yang mustahil, karena beliau melarang menyungkur sujud  seperti  menyungkurnya unta. Unta justru menyungkur dengan meletakkan kedua tangannya sebelum meletakkan kedua lututnya.’ Apa yang dilarang di awal haditsjustru diperintahkan di akhir hadits.

Sampai dengan saat sekarang pun ternyata pedebatan tentang hal ini masih terjadi, dan masalah pokok dalam perdebatan adalah tantang memahami manakah yang dimaksud dengan lutut unta dan manakah yang dimaksud dengan tangan unta. Ada yang berpendapat bahwa jika ketika menyungkur untuk sujud itu dengan mendahulukan dua tangan menapak di lantai baru kemudian menapakkan lutut, maka justru hal ini menyerupai unta karena dua kaki unta yang di depan difahami sebagai tangan. Sebaliknya pendapat yang lain menyebutkan bahwa jika mendahulukan dua tangan untuk menapak ke lantai baru kemudian menapakkan dua lutut, maka hal ini justru tidak menyerupai unta, karena lutut unta berada di kedua kaki depan unta, bukan terletak di kedua kaki belakang unta.

Jika diperhatikan dengan kaidah secara umum, maka unta adalah termasuk binatang berkaki empat yang tidak memiliki tangan. Jika ada yang menganggap bahwa dua diantara ke empat kaki unta itu sebanarnya adalah tangan unta, maka pendapat seperti ini bukan merupakan pendapat yang umum, bahkan bisa saja dinilai cenderung condong kepada teori evolusi darwin yang di dalam hasanah keilmuan islam, teori evolusi darwin ini masih bermasalah dan bahkan dinilai bertentangan dengan petunjuk Al-qur’an tentang teori penciptaan manusia dan binatang.


Jadi akan lebih hati-hati dan insyallah akan lebih mudah difahami dengan pemahaman yang umum ( common sense ) bahwa unta itu memiliki empat kaki (dua kaki depan dan dua kaki belakang) dan tidak memiliki tangan.

Dari pembagian ke empat kaki unta menjadi 2 kaki depan dan 2 kaki belakang ( lihat gambar-1 di atas ) maka insya Allah tidak ada pertentangan dalam hal ini. Sehingga kembali pada persoalan matan dalam hadits riwayat Abu Hurairoh di atas, maka yang dimaksud dengan larangan “menyerupai” dengan binatang unta tentunya bukan pada persoalan tangan, karena unta tidak memilik tangan, jadi maksud larangan “menyerupai” unta dalam hal ini adalah larangan “menyerupai” dalam hal cara menggerakkan kaki. Perhatikan gambar di bawah ini :



Pada saat kaki unta bergerak untuk menyungkur, maka 2 kaki depan unta seperti terlihat pada gambar-A 
di atas tentu lebih menyerupai posisi kaki manusia ketika bergerak untuk menyungkur, sedangkan gambar-B menunjukkan posisi 2 kaki belakang unta yang jelas tidak mungkin bisa ditiru/disamakan dengan posisi gerakan kaki manusia (perhatikan kaki belakang unta dengan 2 buah tekukan sendi yang tentunya tidak mungkin terjadi pada kaki/tangan manusia).


Jadi larangan “menyerupai” gerakan unta ketika hendak duduk adalah larangan menggerakkan (memposisikan) kaki sebagaimana gerakan 2 kaki bagian depan dari unta dengan gerakan yang menumpu hanya pada ke dua lutut kaki depan nya  (perhatikan gambar-B, bahwa lutut unta juga terdapat pada ke 2 kaki belakang nya, malahan ada 2 lutut pada setiap kaki belakang unta, yang jelas tidak terdapat pada kaki manusia yang hanya memiliki satu lutut pada setiap kakinya). Jadi bukan larangan “menyerupai” posisi tubuh unta dengan ke empat kakinya ketika bergerak untuk duduk, sebagaimana ditunjukkan pada gambar-C, dengan menganggap 2 kaki depan unta sebagai tangan kita dan 2 kaki belakang sebagai kaki kita.
               

Karena posisi kaki depan dan kaki belakang unta ketika sedang berdiri dan ketika menyungkur akan tetap bertumpu pada ke empat kakinya, hanya saja cara unta menggerakkan 2 kaki depanya lebih mirip dengan cara manusia menggerakkan kakinya ketika hendak menyungkur, dan kesamaan cara inilah yang menjadi larangan dari Rasulullah.

Maka tepat sekali sabda Rasulullah di dalam matan hadits riwayat Abu Hurairoh di atas pada kalimat ke dua, yaitu  “hendaklah ia meletakkan kedua tangannya terlebih dulu sebelum kedua lututnya”, karena dengan meletakkan/menapakkan ke dua tangan kita ke lantai sebelum ke dua lutut kaki, maka tumpuan berat badan akan berada pada dua telapak tangan, bukan pada ke dua lutut. Sehingga dengan demikian menjadi berbeda dengan gerakan ke 2 kaki depan unta yang menumpukan berat badannya pada ke 2 lutut kaki depan sesaat sebelum menyungkur. Dan gerakan dengan mendahulukan tumpuan pada ke dua telapak tangan ketika hendak menyungkur, baru kemudian menapakkan ke dua lutut ke lantai tentu tidak akan pernah bisa dilakukan seekor unta, karena unta tidak memiliki tangan. Tetapi sebaliknya jika tatkala hendak menyungkur lebih mendahulukan gerakan lutut untuk menapak ke lantai baru kemudian menyusul ke dua telapak tangan untuk menapak ke lantai, maka posisi ketika ke dua lutut sudah menapak kelantai sedangkan ke dua telapak tangan belum menapak kelantai, pada keadaan itulah akan mirip dengan gerakan ke dua kaki depan unta ketika hendak menyungkur. Dan inilah yang menjadi larangan Rasulullah sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat Abu Hurairoh di atas.

Semoga menjadi tambahan wawasan dalam mendalami gerakan tubuh dalam pelaksanaan sholat. 
Wallaahu a’lam bishowaab…..




5 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. afwan, hadist itu gak bertentangan kok antara kalimat pertama dan kedua.
    kenapa ?? kan unta gak punya tangan, unta duduk di mulai dengan kaki bagian depan atau kaki bagian belakang tetap aja yang pertama turun adalah LUTUT, dan rasulullah menerangkan di kalimat kedua "hendaklah ia meletakkan kedua tangannya terlebih dulu sebelum kedua lututnya"
    menyerupai unta bukan berarti kaki depan unta di ibaratkan tangan kita, itu salah paham namanya.
    maksud Rasulullah adalah supaya kita tidak menyerupai unta maka tangan kita turun duluan baru setelah itu lutut. karena unta tidak punya tangan..
    afwan

    BalasHapus
  3. Yaya baru paham1,selama ini masih bingung. Trimakasih buat penulis

    BalasHapus
  4. Yaya baru paham1,selama ini masih bingung. Trimakasih buat penulis

    BalasHapus